Minggu, 06 Juli 2014

ujian akhir semester

Ujian akhir semester
kimia organik II
Dosen Pengampu           : Dr. Syamsurizal, M. Si
Nama                   : Poppi Safitri
Nim                      : RRA1C112004
Kelas                    : Reguler Mandiri

Soal :
1.    Bagaimana ide membuat hormon insulin dari kerja insulin tiruan ?
2.    Jelaskan mengapa protein yang berperan penting dalam pertumbuhan rambut dan factor apa yang menyebabkan kebotakan ?
3.    Bagaimana mengkonvermasi lemak majemuk menjadi lemak sederhana?
4.    Konfermasi protein sangat menentukan fungsi biologis dari protein, bila suatu protein dinaturasi jelaskan dampak penurunan fungsibiologis dari protein tersebut?
5.    Bagaimana menggunakan energi dari lemak untuk berolahraga jelaskan secara kimia?

Jawaban :
1.    Insulin adalah hormon yang mengubah glukosa menjadi glikogen, dan berfungsi mengatur kadar gula darah bersama hormon glukagon. Kekurangan insulin karena cacat genetik pada pankreas, menyebabkan seseorang menderita diabetes melitus (kencing manis) yang berdampak sangat luas terhadap kesehatan, mulai kebutaan hingga impotensi.

Langsung saja perhatikan gambar berikut:
                                 Description: D:\baju batik\insulin.jpg
·         Pada proses pembuatan insulin ini, langkah pertama adalah mengisolasi plasmid dari E. coli. Plasmid adalah salah satu bahan genetik bakteri yang berupa untaian DNA berbentuk lingkaran kecil. Selain plasmid, bakteri juga memiliki kromosom. Keunikan plasmid ini adalah: ia bisa keluar-masuk ‘tubuh’ bakteri, dan bahkan sering dipertukarkan antar bakteri.
·         Pada langkah kedua ini plasmid yang telah diisolir dipotong pada segmen tertentu menggunakan enzim restriksi endonuklease. Sementara itu DNA yang di isolasi dari sel pankreas dipotong pada suatu segmen untuk mengambil segmen pengkode insulin. Pemotongan dilakukan dengan enzim yang sama.
·         DNA kode insulin tersebut disambungkan pada plasmid menggunakan bantuan enzim DNA ligase. Hasilnya adalah kombinasi DNA kode insulin dengan plasmid bakteri yang disebut DNA rekombinan.
·         DNA rekombinan yang terbentuk disisipkan kembali ke sel bakteri.
·         Bila bakteri E. coli berbiak, maka akan dihasilkan koloni bakteri yang memiliki DNA rekombinan.
Rekayasa genetika pada bakteria guna menghasilkan hormon insulin yang penting untung pengendalian gula darah pada penderita diabetes.
Tahap-tahapnya adalah sebagai berikut:
o   Tahap pertama dalam membuat bakteria yang bisa menghasilkan insulin adalah dengan mengisolasi plasmid pada bakteri tersebut yang akan direkayasa. Plasmid adalah materi genetik berupa DNA yang terdapat pada bakteria namun tidak tergantung pada kromosom karena tidak berada di dalam kromosom.
o   Kemudian plasmid tersebut dipotong dengan menggunakan enzim di tempat tertentu sebagai calon tempat gen baru yang nantinya dapat membuat insulin.
o   Gen yang dapat mengatur sekresi (pembuatan) insulin diambil dari kromosom yang berasal dari sel manusia. Gen yang telah dipotong dari kromosom sel manusia itu kemudian ‘direkatkan’ di plasmid tadi tepatnya di tempat bolong yang tersedia setelah dipotong tadi.
o   Plasmid yang sudah disisipi gen manusia itu kemudian dimasukkan kembali ke
dalam bakteria.
o   Bakteria yang telah mengandung gen manusia itu selanjutnya berkembang biak
dan menghasilkan insulin yang dibutuhkan. Dengan begitu diharapkan insulin dapat
diproduksi dalam jumlah yang tidak terbatas di pabrik-pabrik.
2.    Karena protein merupakan Protein merupakan zat yang sangat penting dibutuhkan oleh manusia karena protein bukan hanya sekedar bahan struktural, seperti lemak dan karbohidrat. Protein merupakan kelompok dari makromolekul organik kompleks yang diantaranya terkandung hidrogen, okisgen, nitrogen, karbon, fosfor dan sulfur serta terdiri dari satu atau beberapa rantai dari asam amino.
Berikut mari kita bahas satu persatu, nutrisi apa saja yang dibutuhkan oleh rambut
Ø Vitamin A
Tubuh maupun rambut sama-sama memerlukan dan membutuhkan vitamin A jika tubuh terpenuhi akan asupan vitamin A yang baik untuk menjaga kesehatan mata, vitamin A baik pula untuk menjaga kesehatan rambut serta melindungi rambut dari rasa kering dan kasar, namun seimbangan asupan vitamin A untuk rambut anda, apabila kelebihan vitamin A hanya akan menciptakan masalah baru yakni kebotakan rambut.
Ø Vitamin B
Tak hanya vitamin A yang dibutuhkan oleh tubuh dan rambut. Vitamin B juga sangat penting untuk menjaga kesehatan dalam tubuh, termasuk menjaga pertumbuhan rambut. Vitamin B juga dapat meningkatkan jumlah ceramide dalam tubuh serta meningkatkan aliran darah ke kulit kepala. Sumber vitamin B ini mudah didapat dari nasi, sereal gandum, kacang-kacangan dll.
Ø Vitamin B3
Vitamin B3 sama halnya dengan vitamin B yang dapat meningkatkan sirkulasi darah di kulit kepala dan pertumbuhan rambut. Jenis makanan yang banyak mengandung vitamin B3 adalah daging, ikan, ayam dan gandum.
Ø Vitamin B6
Vitamin B6 yang paling utama sangat baik untuk kulit ternyata juga dapat dijadikan sebagai vitamin pencegah kerontokan rambut. vitamin B6 ini memiliki tugas sebagai penanggung jawab atas produksi melanin yang dapat memberikan warna pada rambut. Jenis Asupan makanan yang mengandung vitamin B6 adalah serealia, ragi, kuning telur, sayuran, hati dan daging, semua kaya akan vitamin B 6.
Ø Vitamin E
Vitamin E merupakan sumber vitamin yang penting dari jenis vitamin lainnya karena vitamin E memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan pembentukan tulang serta rambut lebih cepat dari yang biasanya. Sebuah penelitian mengemukakan bahwa vitamin E mampu mempercepat pertumbuhan dan perkembangan rambut bekerja lebih cepat, meningkatkan pasokan oksigen pada rambut, merangsang pertumbuhan rambut lebih cepat, serta dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan sirkulasi darah. Sumber vitamin E mudah didapat dari jenis makanan, seperti: kacang-kacangan, gandum, telur, minyak sayur, dan sayuran hijau seperti borokoli dan bayam.
Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan kebotakan, beberapa diantaranya mungkin tidak bisa dikontrol.
ü Faktor turunan.
American Academy of Family Physicians menyatakan bahwa penyebab kebotakan yang paling umum adalah karena faktor keturunan. Jika orang tua mengalami kebotakan maka kemungkinan salah satu anaknya ada yang mengalami kebotakan juga.
"Berdasar penelitian, jika bapak dan ibu botak, semua anak laki-lakinya akan mengalami kebotakan dan hanya setengah dari anak perempuan akan mengalami kebotakan. Itu sudah menggambarkan bahwa laki-laki lebih rentan mengalami kebotakan akibat faktor genetik,"ungkap dr Sa'da Barira SpKK.
Dengan besarnya peluang tersebut, setiap orang yang mengalami masalah kerontokan rambut yang berlebihan yakni lebih dari 100 helai per hari disarankan untuk mempelajari riwayat keturunan. Apakah dalam garis keturunannya ada yang mengalami kebotakan atau tidak.
"Semakin cepat seseorang menyadari peluang terjadinya kebotakan akibat faktor genetik, akan semakin cepat juga langkah antisipatif pencegahan bisa dilakukan. Sebab, penanganan lebih dini akan memperbesar kemungkinan penyembuhan,"terangnya.
Sebab, kebotakan genetik bisa menjadi lebih ganas jika dimulai selagi muda. Kebotakan cepat meluas hingga akan menjadi benar-benar gundul. Jika sudah begitu, proses penyembuhan akan semakin sulit dilakukan karena kulit kepala sudah seperti tanah tandus yang sulit ditanami kembali.
ü Hormon yang tidak seimbang
Penyebab kebotakan karena hormon yang tidak seimbang seperti androgens dan estrogens atau tidak terlalu aktifnya kelenjar tiroid. Kebotakan memang bisa menimpa siapa saja baik pria maupun wanita. Namun, apabila pemicu kebotakan karena faktor genetika atau hormonal, para pria terbukti lebih rentan dibanding wanita. Mengingat hormon yang bisa memicu terjadinya kebotakan ini adalah hormon androgen yang merupakan hormon laki-laki, sudah jelas bahwa laki-laki memiliki peluang kebotakan lebih besar dibandingkan wanita. Stres adalah salah satu penyebab hormon menjadi tidak seimbang, kondisi ini bisa menimpa siapa saja, tekanan kerja ataupun masalah rumah tangga dapat memicu timbulnya stres. Jika tidak ditangani dengan segera, maka akan dapat memicu kerontokan rambut bahkan kebotakan.
ü Efek setelah operasi.
American Academy of Family Physicians mengatakan bahwa kebotakan kadang-kadang terjadi tiga atau empat bulan setelah menjalani operasi besar. Namun, setelah beberapa waktu berlalu rambut bisa tumbuh kembali.
ü Pengaruh obat-obatan dan bahan kimia.
Beberapa pengobatan seperti pengencer darah, pengobatan untuk tulang, kemoterapi dan obat antidepresi bisa menyebabkan rambut rontok yang dapat memicu kebotakan. Berbagai shampo yang beredar di pasaran banyak yang menawarkan untuk kesehatan dan keindahan rambut anda juga dapat menyebabkan sebaliknya yaitu kerontokan dan kebotakan. Jika shampo yang anda gunakan tidak sesuai atau terlalu keras untuk kulit kepala anda, menyebabkan rasa panas, gatal, ketombean, juga dapat memicu mempercepat kerusakan pada rambut anda, atau jika anda sering memakai produk shampo berganti-ganti jenis/merk, juga dapat memicu kerontokan atau bahkan kebotakan pada rambut anda.
ü Akibat infeksi jamur
Infeksi jamur yang terjadi di kulit kepala bisa menyebabkan kebotakan, sebaiknya segera diobati dengan obat anti jamur atau berkonsultasi dengan dokter kulit. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kebotakan, kecuali untuk faktor-faktor tertentu yang memang tidak bisa dicegah.

3.      Lemak istilah umum dari suatu senyawa organic atau sekelompok senyawa nitrogen yang bahan-bahannya mengandung asam lemak baik dalam bentuk cair (OILS) atau minyak maupun bentuk padat (FATS) atau lemak. Para ahli gizi mengelompokkan lemak dan minyak dengan nama lipida. Temasuk kelompok lipida adalah zat-zat lain selain lemak dan minyak, misalnya lipoprotein dan kolesterol. Beberapa lipida mengandung zat lain seperti fosfor, nitrogen, karbohidrat dan protein.
Klasifikasi Klasifikasi lemak secara umum ada tiga golongan yaitu:
*   Lipid Sederhana
Lipid sederhana yaitu ester asam lemak dengan berbagai alkohol, seperti gliserida dan lilin (waxes).
a.    Gliserida
Gliserida adalah ester dengan asam lemak dan gliserol. Apabila terdapat satu asam lemak dalam ikatan dengan gliserol maka dinamakan monogliserida. Gliserol dengan dua asam lemak disebut gliserida. Dan gliserol dengan tiga asam lemak disebut trigliserida. Fungsi utama Trigliserida adalah sebagai zat energi. Lemak disimpan di dalam tubuh dalam bentuk trigliserida. Apabila sel membutuhkan energi, enzim lipase dalam sel lemak akan memecah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak serta melepasnya ke dalam pembuluh darah. Oleh sel-sel yang membutuhkan komponen-komponen tersebut kemudian dibakar dan menghasilkan energi, karbondioksida (CO2), dan air (H2O).  Contoh dari trigliserida adalah lemak dan minyak. Perbedaan lemak dengan minyak adalah :
Lemak
Minyak
Umumnya diperoleh dari hewan
Umumnya diperoleh dari tumbuhan
Berwujud padat pada suhu ruang
Berwujud cair pada suhu ruang
Tersusun dari asam lemak jenuh
Tersusun dari asam lemak tak jenuh

b.    Lilin (malam/waxes)
Lilin adalah senyawa yang terbentuk dari ester asam lemak dengan alkohol bukan gliserol. Pada umumnya asam lemaknya adalah palmitat dan alkoholnya mempunyai atom C sebanyak 26-34. Pada umunya malam/lilin merupakan ester asam lemak dengan alcohol allifatik bermolekul besar, dan asamnya mempunyai jumlah karbon berkisar antara C25 sampai C35. Jika melihat definisi ini maka dapat dikatakan bahwa proses terjadinya  lilin adalah merupakan suatu proses esterifikasi antara asam lemak dan alkohol berantai panjang.
*   Lipid Gabungan
Lipid gabungan adalah kombinasi antara lipid dengan molekul lain. Contohnya fosfolipid, glikolipid, lipoprotein, dll.
a.    Fosfolipid/fosfogliserida
Fosfolipid adalah suatu gliserida yang mengandung fosfor dalam bentuk ester asam fosfat. Oleh karenanya fosfolipid ialah suatu fosfo gliserida. Fosfolipid berfungsi sebagai komponen penyusun membran sel. Pada umumnya fosfolipid terdapat dalam sel tumbuhan, hewan, dan manusia. Pada tumbuhan, fosfolipid terdapat dalam kedelai. Pada manusia dan hewan terdapat dalam telur, otak, hati, ginjal, pankreas, dan jantung.
b.    Glikolipid
Glikolipid ialah molekul-molekul lipid yang mengandung karbohidrat, seperti galaktosa atau glukosa. Akan tetapi istilah glikolipid biasanya dipakai untuk lipid yang mengandung satuan gula tetapi tidak mengandung fosfor. Glikolipid dapat diturunkan dari gliserol atau pingosine dan sering dimakan gliserida atau sebagai spingolipida.
c.    Lipoprotein
Lipoprotein merupakan gabungan molekul gliserida dan protein yang disintesis di dalam hati. Seperempat sampai sepertiga bagian dari lipoprotein adalah protein dan selebihnya adalah lipida. Lipoprotein mempunyai fungsi mengangkut lipida di dalam plasma ke jaringan-jaringan yang membutuhkannya sebagai sumber energy, serta sebagai komponen membran sel atau sebagai prekursormetabolit aktif.

*   Lipid Turunan/Derivat Lipid
Lipid turunan/derivat lipid adalah semua senyawa yang dihasilkan pada hidrolisis lipid sederhana dan lipid majemuk yang masih mempunyai sifat-sifat seperti lemak. Contohnya asam lemak, terpen, steroid, dll.
a.    Asam Lemak
Asam lemak adalah asam alkanoat atau asam karboksilat berderajat tinggi dengan rantai C lebih dari 6. Asam lemak dibedakan menurut jumlah karbon yang dikandungnya yaitu asam lemak rantai pendek (kurang dari 6), asam lemak rantai sedang (8-12), asam lemak rantai panjang (14-18) dan rantai sangat panjang (lebih dari 20). Adapun rumus umum dari asam lemak adalah:
CH3(CH2)nCOOH atau CnH2n+1-COOH

Asam lemak dapat dibedakan menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh.
·         Asam lemak jenuh adalah asam lemak yang tidak memiliki ikatan rangkap. Sehingga sifatnya cenderung stabil. Asam lemak jenuh memiliki titik leleh yang jauh lebih tinggi daripada asam lemak tidak jenuh, sehingga perbandingan kandungan asam lemak jenuh terhadap asam lemak tidak jenuh mempengaruhi sifat fisik lemak atau minyak.
Secara umum lemak hewani umumnya mengandung asam lemak jenuh sehingga sering disebut kalau asam lemak junuh berasal dari hewan. Asam lemak jenuh juga sering dijumpai dalam bentuk padat sehingga orang sering menyebutnya lemak. Contoh asam lemak jenuh ialah : lemak kelapa, daging berlemak, kulit ayam, susu, keju, mentega, kelapa, minyak inti sawit, minyak kelapa sawit.
·         Asam lemak tidak jenuh adalah asam lemak yang memiliki satu atau lebih ikatan rangkap pada rantai karbonnya. Dalam ikatan strukturnya sendiri asam lemak tak jenuh berstruktur ikatan cis dan trans, dan hanya sedikit yang trans. Asam lemak tidak jenuh memiliki ikatan rangkap sehingga dapat mengikat zat lain dan kurang stabil, sehingga asam lemak tak jenuh dapat mudah terhidrolisis. Itu sebabnya mengapa minyak mengandung banyak asam lemak tak jenuh mudah berbau tengik, karena asam lemak tak jenuh yang tidak stabil. Contoh asam lemak tak jenuh ialah : alpokat, margarin, minyak kacang tanah, minyak zaitun, minyak biji kapas, minyak jagung, minyak biji matahari, minyak wijen, minyak kacang kedelai.


4.    Denaturasi protein merupakan suatu proses perubahan struktur molekul tanpa adanya pemutusan ikatan kovalen. Dalam proses ini, terjadi pemecahan ikatan hidrogen, interaksi hidrofobik, ikatan garam dan terbukanya lipatan molekul protein. Ada dua macam denaturasi, yaitu pengembangan rantai peptida dan pemecahan protein menjadi unit yang lebih kecil tanpa disertai pengembangan molekul ikatan. Ikatan yang dipengaruhi oleh proses denaturasi adalah:
o   Ikatan Hidrogen
o   Ikatan Hidrofobik
o   Ikatan Ionik 
o   Ikatan Intramolekuler
Denaturasi protein mengakibatkan turunnya kelarutan, peningkatan viskositas, hilangnya aktifitas biologi dan protein mudah diserang enzim proteolitik. Peningkatan vikositas pada protein yang terdenaturasi akan berpengaruh pada penurunan kelarutan di dalam cairan yang menyebabkan protein menjdi mudah mengendap. Denaturasi juga menyebabkan protein kehilangan karakteristik struktural dan beberapa kandungan senyawa di dalamnya, namun struktur utama protein seperti C, H, O dan N tidak akan berubah. Namun hal tersebut hanya terjadi pada sebagian kecil jenis protein
Description: D:\baju batik\Mekanisme Denaturasi Protein.JPG

Mekanisme Denaturasi Struktur Protein

Bila susunan ruang atau rantai polipeptida suatu molekuk protein berubah, maka dapat dikatakan protein tersebut terdenaturasi. Sebagian protein globular mudah mengalami denaturasi. Jika ikatan – ikatan yang membentuk konfigurasi molekul tersebut rusak, molekul akan mengembang. Kadang – kadang perubahan ini memang dikehendaki dalam pengolahan makanan, tetapi sering pula dianggap merugikan sehingga perlu dicegah.

Hal-hal yang menyebabkan terjadinya denaturasi protein:
·         Suhu yang tinggi (panas)
·         Pengaruh asam (perubahan pH yang ekstrim)
·         Pelarut organik, zat kimia tertentu, urea, detergen (pengaruh basa)
·          Pengaruh garam
·         Karena pengaruh mekanik (goncangan)

Sebagai Contoh “Telur yang dipanaskan”, baik digoreng maupun direbus, memang akan mengalami perubahan fase, dari cair menjadi padat. Perubahan ini terjadi akibat suhu tinggi saat memasak daoat mengacaukan ikatan hidrogen dan memicu interaksi hidrofobik (interaksi menolak air) dalam telur. Hal ini membuat molekul penyusun protein telur.
Nah, karena sebagian protein menjadi rusak, maka protein telur mengalami perubahan struktur (disebut denaturasi protrin) dan mengalami pengendapan, sehingga jadilah telur yang dimasak itu menjadi padat. Selain itu, kebanyakan protein akan kehilangan fungsi biologisnya ketika mengalami denaturasi. Oleh karen itu, ketika kita memasak telur, usahakan tidak memanaskannya dengan suhu terlalu tinggi, karen dapat menghilangkan fungsi proteinnya.

5.      Lemak keberadaannya dalam tubuh dianggap sebagai  sistem biologik terutama untuk cadangan energi dalam sel dan sebagai komponen membran sel. Lemak mempunyai komposisi yang mirip dengan karbohidrat kecuali perbandingan oksigen terhadap hidrogen berbeda. Lemak merupakan zat gizi penghasil energi terbesar, besarnya lebih dari dua kali energi yang dihasilkan karbohidrat. Namun, lemak merupakan sumber energi yang tidak ekonomis pemakaiannya. Oleh karena metabolisme lemak menghabiskan oksigen lebih banyak dibanding karbohidrat.
Lemak atau trigliserida di dalam tubuh diubah menjadi asam lemak dan gliserol. Selain penghasil energi, lemak merupakan alat pengangkut vitamin yang larut dalam lemak dan sebagai sumber asam lemak yang esensial, misalnya asam lemak linoleat. Olahraga endurance merupakan olahraga yang dilakukan dengan intensitas rendah sampai sedang (submaksimal) dan berlangsung dalam waktu lama. Lemak merupakan sumber energi yang penting untuk kontraksi otot selama olahraga endurance. Sumbangan lemak sebagai energi untuk kontraksi otot tergantung dari intensitas dan lamanya latihan olahraga. Olahraga dengan intensitas rendah dan sedang serta dilakukan dalam jangka waktu lama, energi yang dibebaskan selain karbohidrat, kebanyakan berasal dari lemak.

Metabolisme Lemak
Lemak atau trigliserida di dalam tubuh diubah menjadi asam lemak dan gliserol. Asam lemak yang terbentuk dapat secara langsung digunakan sebagai sumber energi oleh banyak sel, kecuali sel darah merah dan sel susunan saraf pusat hanya dapat menggunakan glukosa. Sedangkan metabolisme asam lemak rantai panjang memerlukan sistem karier untuk pengangkutan ke dalam mitokondria sel. Lemak yang dapat dioksidasi sebagai sumber energi terdiri atas trigliserida, asam lemak bebas dan trigliserida intra muskular. Asam lemak bebas yang terikat dengan albumin di dalam darah hasil metabolisme  dari jaringan lemak merupakan sumbangan yang besar pada metabolisme lemak saat otot berkontraksi. Sedangkan asam lemak bebas yang terikat dengan albumin di dalam darah hasil metabolisme dari trigliserida intra muskular dan trigliserida plasma selama kontraksi otot tidak diketahui secara jelas.
Kontraksi otot terjadi karena adanya energi hasil beta oksidasi asam lemak bebas dan reaksi biokimiawi dalam jalur Kreb’s yang berasal dari lipolisis jaringan lemak. Otot mendapatkan asam lemak bebas dan menggunakannya dalam bentuk energi biasanya ditentukan oleh konsentrasi lemak dalam darah dan kemampuan otot untuk oksidasi asam lemak. Peningkatan kadar asam lemak bebas dalam darah dan penggunaannya oleh otot dapat mengurangi penggunaan glokogen dan glukosa darah. Kadar asam lemak biasanya memuncak setelah 2-4 jam aktifitas olahraga. Trigliserida intra muskular dapat juga digunakan oleh otot untuk berkontraksi. Trigliserida intra muskular dipercaya lebih penting pada awal kontraksi otot dan selama olahraga dengan intensitas tinggi, dimana lipolisis jaringan lemak untuk pembentukan energi masih terhambat.

Kamis, 19 Juni 2014

lipid



A.  Pengertian Lipid
Lipida (dari kata Yunani, Lipos, lemak) dikenal oleh masyarakat awam sebagai minyak (organik, bukan minyak mineral atau minyak bumi), lemak, dan lilin. Istilah "lipida" mengacu pada golongan senyawahidrokarbon alifatik nonpolar dan hidrofob, yang esensial dalam menyusun struktur dan menjalankan fungsi sel  hidup. Karena nonpolar, lipida tidak larut dalam pelarut polar, seperti air atau alkohol, tetapi larut dalam pelarut nonpolar, seperti eter atau kloroform. Sifat-sifat lipid yaitu Tidak larut dalam air, Larut dalam pelarut organik seperti eter, kloroform, dan benzene.
B.  STRUKTUR KIMIA LEMAK
Unsur  penyusun lemak antara lain adalah Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O) dan kadang-kadang Fosforus (P)  serta Nitrogen (N). Molekul lemak terdiri dari empat bagian, yaitu satu molekul gliserol dan tiga molekul asam lemak. Asam lemak terdiri dari rantai Hidrokarbon (CH) dan gugus Karboksil (-COOH). Molekul gliserol memiliki tiga gugus Hidroksil (-OH) dan tiap gugus hidroksil berinteraksi dengan gugus karboksil asam lemak.
C.  KLASIFIKASI LIPID
Berbagai kelas lipid dihubungkan satu sama lain berdasarkan komponen dasarnya, sumber penghasilnya, kandungan asam lemaknya, maupun sifat-sifat kimianya. Kebanyakan lipid ditemukan dalam kombinasi dengan senyawa sederhana lainnya (seperti ester lilin, trigliserida, steril ester dan fosfolipid), lipid kombinasi dengan karbohidrat (glikolipid), lipid kombinasi dengan protein (lipoprotein). Bloor membagi lipid dalam tiga golongan besar, yaitu :
1.    Lipid Sederhana
Lipid sederhana yaitu ester asam lemak dengan berbagai alkohol, seperti gliserida dan lilin (waxes).
a.    Gliserida
Gliserida adalah ester dengan asam lemak dan gliserol. Apabila terdapat satu asam lemak dalam ikatan dengan gliserol maka dinamakan monogliserida. Gliserol dengan dua asam lemak disebut gliserida. Dan gliserol dengan tiga asam lemak disebut trigliserida. Fungsi utama Trigliserida adalah sebagai zat energi. Lemak disimpan di dalam tubuh dalam bentuk trigliserida. Apabila sel membutuhkan energi, enzim lipase dalam sel lemak akan memecah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak serta melepasnya ke dalam pembuluh darah. Oleh sel-sel yang membutuhkan komponen-komponen tersebut kemudian dibakar dan menghasilkan energi, karbondioksida (CO2), dan air (H2O).  Contoh dari trigliserida adalah lemak dan minyak. Perbedaan lemak dengan minyak adalah :
Lemak
Minyak
Umumnya diperoleh dari hewan
Umumnya diperoleh dari tumbuhan
Berwujud padat pada suhu ruang
Berwujud cair pada suhu ruang
Tersusun dari asam lemak jenuh
Tersusun dari asam lemak tak jenuh

b.    Lilin (malam/waxes)
Lilin adalah senyawa yang terbentuk dari ester asam lemak dengan alkohol bukan gliserol. Pada umumnya asam lemaknya adalah palmitat dan alkoholnya mempunyai atom C sebanyak 26-34. Pada umunya malam/lilin merupakan ester asam lemak dengan alcohol allifatik bermolekul besar, dan asamnya mempunyai jumlah karbon berkisar antara C25 sampai C35. Jika melihat definisi ini maka dapat dikatakan bahwa proses terjadinya  lilin adalah merupakan suatu proses esterifikasi antara asam lemak dan alkohol berantai panjang.
2.    Lipid Gabungan
Lipid gabungan adalah kombinasi antara lipid dengan molekul lain. Contohnya fosfolipid, glikolipid, lipoprotein, dll.
a.    Fosfolipid/fosfogliserida
Fosfolipid adalah suatu gliserida yang mengandung fosfor dalam bentuk ester asam fosfat. Oleh karenanya fosfolipid ialah suatu fosfo gliserida. Fosfolipid berfungsi sebagai komponen penyusun membran sel. Pada umumnya fosfolipid terdapat dalam sel tumbuhan, hewan, dan manusia. Pada tumbuhan, fosfolipid terdapat dalam kedelai. Pada manusia dan hewan terdapat dalam telur, otak, hati, ginjal, pankreas, dan jantung.
b.    Glikolipid
Glikolipid ialah molekul-molekul lipid yang mengandung karbohidrat, seperti galaktosa atau glukosa. Akan tetapi istilah glikolipid biasanya dipakai untuk lipid yang mengandung satuan gula tetapi tidak mengandung fosfor. Glikolipid dapat diturunkan dari gliserol atau pingosine dan sering dimakan gliserida atau sebagai spingolipida.
c.    Lipoprotein
Lipoprotein merupakan gabungan molekul gliserida dan protein yang disintesis di dalam hati. Seperempat sampai sepertiga bagian dari lipoprotein adalah protein dan selebihnya adalah lipida. Lipoprotein mempunyai fungsi mengangkut lipida di dalam plasma ke jaringan-jaringan yang membutuhkannya sebagai sumber energy, serta sebagai komponen membran sel atau sebagai prekursormetabolit aktif.

3.    Lipid Turunan/Derivat Lipid
Lipid turunan/derivat lipid adalah semua senyawa yang dihasilkan pada hidrolisis lipid sederhana dan lipid majemuk yang masih mempunyai sifat-sifat seperti lemak. Contohnya asam lemak, terpen, steroid, dll.
a.    Asam Lemak
Asam lemak adalah asam alkanoat atau asam karboksilat berderajat tinggi dengan rantai C lebih dari 6. Asam lemak dibedakan menurut jumlah karbon yang dikandungnya yaitu asam lemak rantai pendek (kurang dari 6), asam lemak rantai sedang (8-12), asam lemak rantai panjang (14-18) dan rantai sangat panjang (lebih dari 20). Adapun rumus umum dari asam lemak adalah:
CH3(CH2)nCOOH atau CnH2n+1-COOH

Asam lemak dapat dibedakan menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh.
·         Asam lemak jenuh adalah asam lemak yang tidak memiliki ikatan rangkap. Sehingga sifatnya cenderung stabil. Asam lemak jenuh memiliki titik leleh yang jauh lebih tinggi daripada asam lemak tidak jenuh, sehingga perbandingan kandungan asam lemak jenuh terhadap asam lemak tidak jenuh mempengaruhi sifat fisik lemak atau minyak.
Secara umum lemak hewani umumnya mengandung asam lemak jenuh sehingga sering disebut kalau asam lemak junuh berasal dari hewan. Asam lemak jenuh juga sering dijumpai dalam bentuk padat sehingga orang sering menyebutnya lemak. Contoh asam lemak jenuh ialah : lemak kelapa, daging berlemak, kulit ayam, susu, keju, mentega, kelapa, minyak inti sawit, minyak kelapa sawit.
·         Asam lemak tidak jenuh adalah asam lemak yang memiliki satu atau lebih ikatan rangkap pada rantai karbonnya. Dalam ikatan strukturnya sendiri asam lemak tak jenuh berstruktur ikatan cis dan trans, dan hanya sedikit yang trans. Asam lemak tidak jenuh memiliki ikatan rangkap sehingga dapat mengikat zat lain dan kurang stabil, sehingga asam lemak tak jenuh dapat mudah terhidrolisis. Itu sebabnya mengapa minyak mengandung banyak asam lemak tak jenuh mudah berbau tengik, karena asam lemak tak jenuh yang tidak stabil. Contoh asam lemak tak jenuh ialah : alpokat, margarin, minyak kacang tanah, minyak zaitun, minyak biji kapas, minyak jagung, minyak biji matahari, minyak wijen, minyak kacang kedelai.

D.  FUNGSI LIPID
Fungsi lipid secara umum yaitu :
o  Sebagai sumber energi (memiliki kandungan 9 kkal/g).
o  Unsur pembangun membran sel dan bertanggung jawab untuk lewatnya berbagai bahan/material yang masuk dan keluar sel.
o  Sebagai pelindung organ-organ penting dan juga penyekat antar jaringan tubuh.
o  Menjaga tubuh terhadap pengaruh luar, misalnya suhu, luka (infeksi) dan lainnya.
o  Insulator listrik (agar impuls-impuls syaraf merambat dengan cepat).
o   Membantu melarutkan dan mentransport senyawa-senyawa tertentu, misalnya vitamin dalam aliran darah untuk keperluan metabolisme.