A. Pengertian Lipid
Lipida (dari kata Yunani, Lipos, lemak) dikenal oleh masyarakat awam sebagai minyak (organik,
bukan minyak mineral atau minyak bumi), lemak, dan lilin. Istilah
"lipida" mengacu pada golongan senyawahidrokarbon alifatik nonpolar dan hidrofob,
yang esensial dalam menyusun struktur dan menjalankan fungsi sel hidup. Karena nonpolar, lipida tidak larut
dalam pelarut polar, seperti air atau alkohol, tetapi larut dalam pelarut
nonpolar, seperti eter atau kloroform. Sifat-sifat lipid yaitu Tidak larut dalam air, Larut dalam pelarut organik seperti eter, kloroform,
dan benzene.
B. STRUKTUR KIMIA LEMAK
Unsur penyusun lemak antara lain adalah Karbon (C),
Hidrogen (H), Oksigen (O) dan kadang-kadang Fosforus (P) serta Nitrogen (N). Molekul lemak terdiri
dari empat bagian, yaitu satu molekul gliserol dan tiga molekul asam lemak.
Asam lemak terdiri dari rantai Hidrokarbon (CH) dan gugus Karboksil (-COOH).
Molekul gliserol memiliki tiga gugus Hidroksil (-OH) dan tiap gugus hidroksil
berinteraksi dengan gugus karboksil asam lemak.
C. KLASIFIKASI
LIPID
Berbagai kelas lipid dihubungkan satu sama lain berdasarkan
komponen dasarnya, sumber penghasilnya, kandungan asam lemaknya, maupun
sifat-sifat kimianya. Kebanyakan lipid
ditemukan dalam kombinasi dengan senyawa sederhana lainnya (seperti ester
lilin, trigliserida, steril ester dan fosfolipid), lipid kombinasi dengan
karbohidrat (glikolipid), lipid kombinasi dengan protein (lipoprotein). Bloor membagi lipid dalam tiga golongan besar, yaitu :
1. Lipid Sederhana
Lipid
sederhana yaitu ester asam lemak dengan berbagai alkohol, seperti gliserida dan
lilin (waxes).
a. Gliserida
Gliserida adalah ester dengan asam lemak dan
gliserol. Apabila
terdapat satu asam lemak dalam ikatan dengan gliserol maka dinamakan
monogliserida. Gliserol dengan dua asam lemak disebut gliserida. Dan gliserol
dengan tiga asam lemak disebut trigliserida. Fungsi utama Trigliserida adalah
sebagai zat energi. Lemak disimpan di dalam tubuh dalam bentuk trigliserida.
Apabila sel membutuhkan energi, enzim lipase dalam sel lemak akan memecah
trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak serta melepasnya ke dalam pembuluh
darah. Oleh sel-sel yang membutuhkan komponen-komponen tersebut kemudian
dibakar dan menghasilkan energi, karbondioksida (CO2), dan air (H2O).
Contoh dari trigliserida adalah lemak dan minyak. Perbedaan lemak dengan minyak
adalah :
|
Lemak
|
Minyak
|
|
Umumnya diperoleh dari
hewan
|
Umumnya diperoleh dari
tumbuhan
|
|
Berwujud padat pada
suhu ruang
|
Berwujud cair pada
suhu ruang
|
|
Tersusun dari asam
lemak jenuh
|
Tersusun dari asam
lemak tak jenuh
|
b. Lilin (malam/waxes)
Lilin adalah
senyawa yang terbentuk dari ester asam lemak dengan alkohol bukan gliserol.
Pada umumnya asam lemaknya adalah palmitat dan alkoholnya mempunyai atom C
sebanyak 26-34. Pada
umunya malam/lilin merupakan ester asam lemak dengan alcohol allifatik bermolekul
besar, dan asamnya mempunyai jumlah karbon berkisar antara C25
sampai C35. Jika melihat definisi ini maka dapat dikatakan bahwa
proses terjadinya lilin adalah merupakan
suatu proses esterifikasi antara asam lemak dan alkohol berantai panjang.
2. Lipid Gabungan
Lipid gabungan
adalah kombinasi antara lipid dengan molekul lain.
Contohnya fosfolipid, glikolipid, lipoprotein, dll.
a. Fosfolipid/fosfogliserida
Fosfolipid adalah suatu gliserida yang mengandung fosfor dalam
bentuk ester asam
fosfat. Oleh karenanya fosfolipid ialah suatu fosfo gliserida. Fosfolipid
berfungsi sebagai komponen penyusun membran sel. Pada umumnya fosfolipid
terdapat dalam sel tumbuhan, hewan, dan manusia. Pada tumbuhan, fosfolipid
terdapat dalam kedelai. Pada manusia dan hewan terdapat dalam telur, otak,
hati, ginjal, pankreas, dan jantung.
b. Glikolipid
Glikolipid
ialah molekul-molekul lipid yang mengandung karbohidrat, seperti galaktosa
atau glukosa. Akan tetapi istilah glikolipid biasanya dipakai untuk lipid yang
mengandung satuan gula tetapi tidak mengandung fosfor. Glikolipid dapat
diturunkan dari gliserol atau pingosine dan sering dimakan gliserida atau
sebagai spingolipida.
c. Lipoprotein
Lipoprotein
merupakan gabungan molekul gliserida dan protein yang disintesis di dalam
hati. Seperempat sampai sepertiga bagian dari lipoprotein adalah protein dan
selebihnya adalah lipida. Lipoprotein mempunyai fungsi mengangkut lipida di
dalam plasma ke jaringan-jaringan yang membutuhkannya sebagai sumber energy,
serta sebagai komponen membran sel atau sebagai prekursormetabolit aktif.
3. Lipid Turunan/Derivat Lipid
Lipid turunan/derivat lipid adalah semua
senyawa yang dihasilkan pada hidrolisis lipid
sederhana dan lipid majemuk yang masih mempunyai sifat-sifat seperti lemak. Contohnya asam lemak,
terpen, steroid, dll.
a. Asam Lemak
Asam lemak
adalah asam alkanoat atau asam
karboksilat berderajat tinggi dengan rantai C lebih dari 6. Asam lemak
dibedakan menurut jumlah karbon
yang dikandungnya yaitu asam lemak rantai pendek (kurang dari 6), asam lemak
rantai sedang (8-12), asam lemak rantai panjang (14-18) dan rantai sangat panjang (lebih
dari 20). Adapun rumus umum dari asam lemak adalah:
CH3(CH2)nCOOH
atau CnH2n+1-COOH
Asam lemak dapat dibedakan menjadi asam lemak jenuh dan asam
lemak tidak jenuh.
·
Asam
lemak jenuh adalah asam lemak yang tidak memiliki ikatan rangkap. Sehingga
sifatnya cenderung stabil. Asam lemak jenuh memiliki titik leleh yang jauh
lebih tinggi daripada asam lemak tidak jenuh, sehingga perbandingan kandungan
asam lemak jenuh terhadap asam lemak tidak jenuh mempengaruhi sifat fisik lemak
atau minyak.
Secara umum lemak hewani umumnya
mengandung asam lemak jenuh sehingga sering disebut kalau asam lemak junuh
berasal dari hewan. Asam lemak jenuh juga sering dijumpai dalam bentuk padat
sehingga orang sering menyebutnya lemak. Contoh asam lemak jenuh ialah : lemak
kelapa, daging berlemak, kulit ayam, susu, keju, mentega, kelapa, minyak inti
sawit, minyak kelapa sawit.
·
Asam
lemak tidak jenuh adalah asam lemak yang memiliki satu atau lebih ikatan
rangkap pada rantai karbonnya. Dalam ikatan strukturnya sendiri asam lemak tak
jenuh berstruktur ikatan cis dan trans, dan hanya sedikit yang trans. Asam
lemak tidak jenuh memiliki ikatan rangkap sehingga dapat mengikat zat lain dan
kurang stabil, sehingga asam lemak tak jenuh dapat mudah terhidrolisis. Itu
sebabnya mengapa minyak mengandung banyak asam lemak tak jenuh mudah berbau
tengik, karena asam lemak tak jenuh yang tidak stabil. Contoh asam lemak tak
jenuh ialah : alpokat, margarin, minyak kacang tanah, minyak zaitun, minyak
biji kapas, minyak jagung, minyak biji matahari, minyak wijen, minyak kacang
kedelai.
D. FUNGSI
LIPID
Fungsi
lipid secara umum yaitu :
o
Sebagai sumber energi (memiliki kandungan 9 kkal/g).
o
Unsur pembangun membran sel dan bertanggung jawab untuk lewatnya berbagai
bahan/material yang masuk dan keluar sel.
o
Sebagai pelindung organ-organ penting dan juga penyekat antar
jaringan tubuh.
o
Menjaga tubuh terhadap pengaruh luar, misalnya suhu, luka
(infeksi) dan lainnya.
o
Insulator listrik (agar impuls-impuls syaraf merambat dengan
cepat).
o
Membantu melarutkan dan
mentransport senyawa-senyawa tertentu, misalnya vitamin dalam aliran darah
untuk keperluan metabolisme.
Mengapa asam lemak jenuh lebih stabil dibandingkan asam lemak tak jenuh?
BalasHapus Asam lemak jenuh merupakan asam lemak yang rantai hidrokarbonnya tidak mempunyai ikatan rangkap, bersifat stabil, tidak mudah teroksidasi dan tidak berubah menjadi asam lemak trans atau senyawa berbahaya lainnya. Dilihat dari struktur kimianya yang tidak mudah teroksidasi dan tidak menghasilkan senyawa berbahaya, menunjukkan bahwa asam lemak jenuh tidak menyebabkan kanker. Sedangkan peningkatan kadar kolesterol HDL oleh asam lemak jenuh akan menurunkan risiko penyakit jantung. Hal ini disebabkan peran HDL dalam membalikkan transport kolesterol dari membran sel ke hati memungkinkan hati membuang kelebihan kolesterol dalam jaringanperifer sehingga melindungi organ dari aterosklerosis.
BalasHapus Asam lemak tak jenuh jamak trans berasal asam lemak yang mempunyai ikatan rangkap lebih dari satu (PUFA) yang dihidrogenasi dengan temperatur tinggi sehingga memicu perubahan isomer asam lemak dari "Cis" (bentuk normal) menjadi "Trans". Dilihat dari struktur kimia yang mempunyai ikatan rangkap lebih dari satu, asam lemak tak jenuh jamak akan mudah teroksidasi (misalnya oleh radiasi ultra violet) serta mudah menghasilkan radikal bebas yang dapat merusak DNA dan menyebabkan kanker. Semoga membantu.
Baiklah saudari poppi safitri , saya akan mencoba menjawab permasalahn anda ,
BalasHapusMenurut pendapat saya ,Karena berguna dalam mengenal ciri-cirinya, asam lemak dibedakan menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Asam lemak jenuh hanya memiliki ikatan tunggal di antara atom-atom karbon penyusunnya, sementara asam lemak tak jenuh memiliki paling sedikit satu ikatan ganda di antara atom-atom karbon penyusunnya.
Asam lemak jenuh bersifat lebih stabil (tidak mudah bereaksi) daripada asam lemak tak jenuh. Ikatan ganda pada asam lemak tak jenuh mudah bereaksi dengan oksigen (mudah teroksidasi). Karena itu, dikenal istilah bilangan oksidasi bagi asam lemak.
Keberadaan ikatan ganda pada asam lemak tak jenuh menjadikannya memiliki dua bentuk: cis dan trans. Semua asam lemak nabati alami hanya memiliki bentuk cis (dilambangkan dengan "Z", singkatan dari bahasa Jerman zusammen). Asam lemak bentuk trans (trans fatty acid, dilambangkan dengan "E", singkatan dari bahasa Jerman entgegen) hanya diproduksi oleh sisa metabolisme hewan atau dibuat secara sintetis. Akibat polarisasi atom H, asam lemak cis memiliki rantai yang melengkung. Asam lemak trans karena atom H-nya berseberangan tidak mengalami efek polarisasi yang kuat dan rantainya tetap relatif lurus.
Terimakasih , ,