Kamis, 19 Juni 2014

lipid



A.  Pengertian Lipid
Lipida (dari kata Yunani, Lipos, lemak) dikenal oleh masyarakat awam sebagai minyak (organik, bukan minyak mineral atau minyak bumi), lemak, dan lilin. Istilah "lipida" mengacu pada golongan senyawahidrokarbon alifatik nonpolar dan hidrofob, yang esensial dalam menyusun struktur dan menjalankan fungsi sel  hidup. Karena nonpolar, lipida tidak larut dalam pelarut polar, seperti air atau alkohol, tetapi larut dalam pelarut nonpolar, seperti eter atau kloroform. Sifat-sifat lipid yaitu Tidak larut dalam air, Larut dalam pelarut organik seperti eter, kloroform, dan benzene.
B.  STRUKTUR KIMIA LEMAK
Unsur  penyusun lemak antara lain adalah Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O) dan kadang-kadang Fosforus (P)  serta Nitrogen (N). Molekul lemak terdiri dari empat bagian, yaitu satu molekul gliserol dan tiga molekul asam lemak. Asam lemak terdiri dari rantai Hidrokarbon (CH) dan gugus Karboksil (-COOH). Molekul gliserol memiliki tiga gugus Hidroksil (-OH) dan tiap gugus hidroksil berinteraksi dengan gugus karboksil asam lemak.
C.  KLASIFIKASI LIPID
Berbagai kelas lipid dihubungkan satu sama lain berdasarkan komponen dasarnya, sumber penghasilnya, kandungan asam lemaknya, maupun sifat-sifat kimianya. Kebanyakan lipid ditemukan dalam kombinasi dengan senyawa sederhana lainnya (seperti ester lilin, trigliserida, steril ester dan fosfolipid), lipid kombinasi dengan karbohidrat (glikolipid), lipid kombinasi dengan protein (lipoprotein). Bloor membagi lipid dalam tiga golongan besar, yaitu :
1.    Lipid Sederhana
Lipid sederhana yaitu ester asam lemak dengan berbagai alkohol, seperti gliserida dan lilin (waxes).
a.    Gliserida
Gliserida adalah ester dengan asam lemak dan gliserol. Apabila terdapat satu asam lemak dalam ikatan dengan gliserol maka dinamakan monogliserida. Gliserol dengan dua asam lemak disebut gliserida. Dan gliserol dengan tiga asam lemak disebut trigliserida. Fungsi utama Trigliserida adalah sebagai zat energi. Lemak disimpan di dalam tubuh dalam bentuk trigliserida. Apabila sel membutuhkan energi, enzim lipase dalam sel lemak akan memecah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak serta melepasnya ke dalam pembuluh darah. Oleh sel-sel yang membutuhkan komponen-komponen tersebut kemudian dibakar dan menghasilkan energi, karbondioksida (CO2), dan air (H2O).  Contoh dari trigliserida adalah lemak dan minyak. Perbedaan lemak dengan minyak adalah :
Lemak
Minyak
Umumnya diperoleh dari hewan
Umumnya diperoleh dari tumbuhan
Berwujud padat pada suhu ruang
Berwujud cair pada suhu ruang
Tersusun dari asam lemak jenuh
Tersusun dari asam lemak tak jenuh

b.    Lilin (malam/waxes)
Lilin adalah senyawa yang terbentuk dari ester asam lemak dengan alkohol bukan gliserol. Pada umumnya asam lemaknya adalah palmitat dan alkoholnya mempunyai atom C sebanyak 26-34. Pada umunya malam/lilin merupakan ester asam lemak dengan alcohol allifatik bermolekul besar, dan asamnya mempunyai jumlah karbon berkisar antara C25 sampai C35. Jika melihat definisi ini maka dapat dikatakan bahwa proses terjadinya  lilin adalah merupakan suatu proses esterifikasi antara asam lemak dan alkohol berantai panjang.
2.    Lipid Gabungan
Lipid gabungan adalah kombinasi antara lipid dengan molekul lain. Contohnya fosfolipid, glikolipid, lipoprotein, dll.
a.    Fosfolipid/fosfogliserida
Fosfolipid adalah suatu gliserida yang mengandung fosfor dalam bentuk ester asam fosfat. Oleh karenanya fosfolipid ialah suatu fosfo gliserida. Fosfolipid berfungsi sebagai komponen penyusun membran sel. Pada umumnya fosfolipid terdapat dalam sel tumbuhan, hewan, dan manusia. Pada tumbuhan, fosfolipid terdapat dalam kedelai. Pada manusia dan hewan terdapat dalam telur, otak, hati, ginjal, pankreas, dan jantung.
b.    Glikolipid
Glikolipid ialah molekul-molekul lipid yang mengandung karbohidrat, seperti galaktosa atau glukosa. Akan tetapi istilah glikolipid biasanya dipakai untuk lipid yang mengandung satuan gula tetapi tidak mengandung fosfor. Glikolipid dapat diturunkan dari gliserol atau pingosine dan sering dimakan gliserida atau sebagai spingolipida.
c.    Lipoprotein
Lipoprotein merupakan gabungan molekul gliserida dan protein yang disintesis di dalam hati. Seperempat sampai sepertiga bagian dari lipoprotein adalah protein dan selebihnya adalah lipida. Lipoprotein mempunyai fungsi mengangkut lipida di dalam plasma ke jaringan-jaringan yang membutuhkannya sebagai sumber energy, serta sebagai komponen membran sel atau sebagai prekursormetabolit aktif.

3.    Lipid Turunan/Derivat Lipid
Lipid turunan/derivat lipid adalah semua senyawa yang dihasilkan pada hidrolisis lipid sederhana dan lipid majemuk yang masih mempunyai sifat-sifat seperti lemak. Contohnya asam lemak, terpen, steroid, dll.
a.    Asam Lemak
Asam lemak adalah asam alkanoat atau asam karboksilat berderajat tinggi dengan rantai C lebih dari 6. Asam lemak dibedakan menurut jumlah karbon yang dikandungnya yaitu asam lemak rantai pendek (kurang dari 6), asam lemak rantai sedang (8-12), asam lemak rantai panjang (14-18) dan rantai sangat panjang (lebih dari 20). Adapun rumus umum dari asam lemak adalah:
CH3(CH2)nCOOH atau CnH2n+1-COOH

Asam lemak dapat dibedakan menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh.
·         Asam lemak jenuh adalah asam lemak yang tidak memiliki ikatan rangkap. Sehingga sifatnya cenderung stabil. Asam lemak jenuh memiliki titik leleh yang jauh lebih tinggi daripada asam lemak tidak jenuh, sehingga perbandingan kandungan asam lemak jenuh terhadap asam lemak tidak jenuh mempengaruhi sifat fisik lemak atau minyak.
Secara umum lemak hewani umumnya mengandung asam lemak jenuh sehingga sering disebut kalau asam lemak junuh berasal dari hewan. Asam lemak jenuh juga sering dijumpai dalam bentuk padat sehingga orang sering menyebutnya lemak. Contoh asam lemak jenuh ialah : lemak kelapa, daging berlemak, kulit ayam, susu, keju, mentega, kelapa, minyak inti sawit, minyak kelapa sawit.
·         Asam lemak tidak jenuh adalah asam lemak yang memiliki satu atau lebih ikatan rangkap pada rantai karbonnya. Dalam ikatan strukturnya sendiri asam lemak tak jenuh berstruktur ikatan cis dan trans, dan hanya sedikit yang trans. Asam lemak tidak jenuh memiliki ikatan rangkap sehingga dapat mengikat zat lain dan kurang stabil, sehingga asam lemak tak jenuh dapat mudah terhidrolisis. Itu sebabnya mengapa minyak mengandung banyak asam lemak tak jenuh mudah berbau tengik, karena asam lemak tak jenuh yang tidak stabil. Contoh asam lemak tak jenuh ialah : alpokat, margarin, minyak kacang tanah, minyak zaitun, minyak biji kapas, minyak jagung, minyak biji matahari, minyak wijen, minyak kacang kedelai.

D.  FUNGSI LIPID
Fungsi lipid secara umum yaitu :
o  Sebagai sumber energi (memiliki kandungan 9 kkal/g).
o  Unsur pembangun membran sel dan bertanggung jawab untuk lewatnya berbagai bahan/material yang masuk dan keluar sel.
o  Sebagai pelindung organ-organ penting dan juga penyekat antar jaringan tubuh.
o  Menjaga tubuh terhadap pengaruh luar, misalnya suhu, luka (infeksi) dan lainnya.
o  Insulator listrik (agar impuls-impuls syaraf merambat dengan cepat).
o   Membantu melarutkan dan mentransport senyawa-senyawa tertentu, misalnya vitamin dalam aliran darah untuk keperluan metabolisme.







3 komentar:

  1. Mengapa asam lemak jenuh lebih stabil dibandingkan asam lemak tak jenuh?

    BalasHapus
  2.  Asam lemak jenuh merupakan asam lemak yang rantai hidrokarbonnya tidak mempunyai ikatan rangkap, bersifat stabil, tidak mudah teroksidasi dan tidak berubah menjadi asam lemak trans atau senyawa berbahaya lainnya. Dilihat dari struktur kimianya yang tidak mudah teroksidasi dan tidak menghasilkan senyawa berbahaya, menunjukkan bahwa asam lemak jenuh tidak menyebabkan kanker. Sedangkan peningkatan kadar kolesterol HDL oleh asam lemak jenuh akan menurunkan risiko penyakit jantung. Hal ini disebabkan peran HDL dalam membalikkan transport kolesterol dari membran sel ke hati memungkinkan hati membuang kelebihan kolesterol dalam jaringanperifer sehingga melindungi organ dari aterosklerosis.
     Asam lemak tak jenuh jamak trans berasal asam lemak yang mempunyai ikatan rangkap lebih dari satu (PUFA) yang dihidrogenasi dengan temperatur tinggi sehingga memicu perubahan isomer asam lemak dari "Cis" (bentuk normal) menjadi "Trans". Dilihat dari struktur kimia yang mempunyai ikatan rangkap lebih dari satu, asam lemak tak jenuh jamak akan mudah teroksidasi (misalnya oleh radiasi ultra violet) serta mudah menghasilkan radikal bebas yang dapat merusak DNA dan menyebabkan kanker. Semoga membantu.

    BalasHapus
  3. Baiklah saudari poppi safitri , saya akan mencoba menjawab permasalahn anda ,
    Menurut pendapat saya ,Karena berguna dalam mengenal ciri-cirinya, asam lemak dibedakan menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Asam lemak jenuh hanya memiliki ikatan tunggal di antara atom-atom karbon penyusunnya, sementara asam lemak tak jenuh memiliki paling sedikit satu ikatan ganda di antara atom-atom karbon penyusunnya.
    Asam lemak jenuh bersifat lebih stabil (tidak mudah bereaksi) daripada asam lemak tak jenuh. Ikatan ganda pada asam lemak tak jenuh mudah bereaksi dengan oksigen (mudah teroksidasi). Karena itu, dikenal istilah bilangan oksidasi bagi asam lemak.

    Keberadaan ikatan ganda pada asam lemak tak jenuh menjadikannya memiliki dua bentuk: cis dan trans. Semua asam lemak nabati alami hanya memiliki bentuk cis (dilambangkan dengan "Z", singkatan dari bahasa Jerman zusammen). Asam lemak bentuk trans (trans fatty acid, dilambangkan dengan "E", singkatan dari bahasa Jerman entgegen) hanya diproduksi oleh sisa metabolisme hewan atau dibuat secara sintetis. Akibat polarisasi atom H, asam lemak cis memiliki rantai yang melengkung. Asam lemak trans karena atom H-nya berseberangan tidak mengalami efek polarisasi yang kuat dan rantainya tetap relatif lurus.
    Terimakasih , ,

    BalasHapus