Jumat, 13 Juni 2014

protein



A.  Pengertian Protein
Protein adalah penyusun kurang lebih 50% berat kering organisme.Protein bukan hanya sekedaar bahan simpanan atau baha struktural, seperti karbohidrat dan lemak. Tetapi juga berperan penting dalam fungsi kehidupan.

B.  Struktur Kimia Protein
Protein adalah senyawa organik kompleks yang tersusun atas unsur Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N)  dan  kadang-kadang mengandung zat Belerang(S), dan  Fosfor (P). Protein merupakan makromolekul yang terdiri dari satu atau lebih polimer.Setiap Polimer tersusun atas monomer yang di sebut asam amino.Masing-masing asam amino mengandung satu atom Karbon(C) yang mengikat satu atom Hidrogen(H),satu gugus amin(NH2),satu gugus karboksil(-COOH),dan lain-lain(Gugus R). Berbagai jenis asam amino membentuk rantai panjang melalui ikatan peptida. Ikatan Peptida adalah ikatan antara gugus karboksil satu asam amino dengan gugus amin dari asam amino lain yang ada di sampingnya.Asam amino yang membentuk rantai panjang ini disebut protein (Polipeptida). Polipeptida di dalam tubuh manusia disintesis di dalam ribosom. Setelah disintesis,protein mengalami”pematangan”menjadi protein yang lebih kompleks.
Protein merupakan senyawa makro-molekul yang terdiri atas sejumlah asam amino yang dihubungkan oleh ikatan peptida. Atas dasar susunan asam amino serta ikatan-ikatan yang terjadi antara asam amino dalam satu molekul protein, dibedakan 4 macam struktur protein, yaitu :
ü Struktur primer
ü Struktur sekunder
ü Struktur tersier
ü Struktur kuartener.

1)   Struktur primer
Struktur ini merupakan struktur yang paling sederhana, berupa suatu linear (rantai lurus) asam amino. Pembentukan ikatan peptide antara satu asam amino dengan asam amino yang lain mengakibatkan tiap asam amino kehilangan gugus amino dan karboksil akan berbeda diujung-ujung rantai polipeptida.

2)   Struktur sekunder
Pada struktur sekunder, asam-asam amino yang menyusun protein dihubungkan oleh ikatan peptida dan ikatan hydrogen. Oleh karena itu rantai polipeptida yang terbentuk tidak berupa rantai lurus, melainkan berbentuk rantai terpilin (α- helikx).
3)   Struktur tersier
Struktur tersier merupakan yang lebih kompleks, karena adanya beberapa ikatan yang menghubungkan antara protein yang satu (struktur primer maupun sekunder) dengan protein yang lain.
Ikatan-ikatan yang mungkin adalah :
o  Ikatan hydrogen
o  Ikatan ionik (elektrostatik)
o  Ikatan disulfide
o  Ikatan hidrofobik, dan
o  Ikatan dipole atau ikatan hidrofolik.

4)   Struktur kuartener
Struktur kuartener terbentuk dari beberapa unit molekul protein tersier, membentuk satu molekul protein. Ikatan yang ada sama dengan pada struktur tersier. Protein yang mempunyai struktur ini biasanya merupakan globular. 20 asam amino ditemukan dalam protein, baik yang bersifat netral, basa, atau asam. Asam amino basa mengandung lebih dari satu gugus amino basa, sedangkan asam amino asam mengandung lebih dari satu gugus karboksil. Dengan rumus umum yaitu :
H N – CH – CO H
                           R
(Alanin, asparagin, sistein, glutamine, glisin, dll)

C.  Pembagian Protein
Berdasarkan macam asam amino yang menyusun polipeptid,Protein dapat digolongkan menjadi3,Yaitu:
a)    Protein Sempurna
Protein sempurna adalah protein yang mengandung asam-asam amino lengkap, baik macam maupun jumlahnya. Contohnya kasein pada susu dan albumin pada putih telur. Pada umumnya protein hewan adalah Protein Sempurna

b)    Protein Kurang Sempurna
Protein kurang sempurna adalah protein yang mengandung asam amino lengkap, tetapi beberapa diantaranya jumlahnya sedikit. Protein ini tidak dapat mencukupi kebutuhan pertumbuhan, Namun hanya dapat mempertahankan kebutuhan jaringan yang sudah ada. Contohnya Protein lagumin pada kacang-kacangan dan Gliadin pada gandum.

c)    Protein Tidak Sempurna
Protein tidak sempurna adalah protein yang tidak mengandung atau sangat sedikit mengandung asam amino esensial. Protein ini tidak dapat mencukupi untuk pertumbuhan dan mempertahankan kehidupan yang telah ada. Contohnya Zein pada jagung dan beberapa protein yang berasal dari tumbuhan.

D.  Fungsi Protein
Protein yang membangun tubuh disebut Protein Struktural sedangkan protein yang berfungsi sebagai enzim, antibodi atau hormon dikenal sebagai Protein Fungsional. Protein struktural pada umumnya bersenyawa dengan zat lain di dalam tubuh makhluk hidup Contoh protein struktural antara lain nukleoprotein yang terdapat di dalam inti sel dan lipoprotein yang terdapat di dalam membran sel. Ada juga protein yang tidak bersenyawa dengan komponen struktur tubuh,tetapi terdapat sebagai cadangan zat di dalam sel-sel makhluk hidup. Contoh protein seperti ini adalah protein pada sel telur ayam,burung,kura-kura dan penyu. Semua jenis protein yang kita makan akan dicerna di dalam saluran pencernaan menjadi zat yang siap diserap di usus halus,yaitu berupa asam amino-asamamino.Asam amino-asam amino yang dihasilkan dari proses pencernaan makanan berperan sangat penting di dalam tubuh,untuk:
·         Bahan dalam sintesis subtansi penting seperti hormon,zat antibodi,dan organel sel lainnya.
·         Perbaikan, pertumbuhan dan pemeliharaan struktur sel jaringan dan organ tubuh.
·         Sebagai sumber energi,setiap gramnya akan menghasilkan 4,1 kalori.
·         Mengatur dan melaksakan metabolisme tubuh,misalnya sebagai enzim(protein mengaktifkan dan berpartisipasi pada reaksi kimia kehidupan)
·         Menjaga keseimbangan asam basa dan keseimbangan cairan tubuh. Sebagai senyawa penahan/bufer, protein berperan besar dalam menjaga stabilitas pH cairan tubuh. Sebagai zat larut dalam cairan tubuh, protein membantu dalam pemeliharaan tekanan osmotik di dalam sekat-sekat rongga tubuh.
·         Membantu tubuh dalam menghancurkan atau menetralkan zat-zat asing yang masuk ke dalam tubuh.

E.  Proses Pencernaan Protein Dalam Tubuh
Protein dalam makanan hampir sebagian besar berasal dari daging dan sayur-sayuran.Protein dicerna di lambung oleh enzim pepsin,yang aktif pada pH 2-3 (suasana asam). Pepsin mampu mencerna semua jenis protein yang berada dalam makanan.Salah satu hal terpenting dari penceranaan yang dilakukan pepsin adalah kemampuannya untuk mencerna kolagen.Kolagen merupakan bahan daasar utama jaringan ikat pada kulit dan tulang rawan.
Pepsin memulai proses pencernaan Protein.Proses pencernaan yang dilakukan pepsin meliputi 10-30% dari pencernaan protein total.Pemecahan protein ini merupakan proses hidrolisis yang terjadi pada rantai polipeptida. Sebagian besar proses pencernaan protein terjadi di usus.Ketika protein meninggalkan lambung,biasanya protein dalam bentuk proteosa,pepton,dan polipeptida besar.Setelah memasuki usus,produk-produk yang telah di pecah sebagian besar akan bercampur dengan enzim pankreas di bawah pengaruh enzim proteolitik,seperti tripsin,kimotripsin,dan peptidase.Baik tripsin maupun kimotripsin memecah molekul protein menjadi polipeptida kecil.Peptidase kemudian akan melepaskan asam-asam amino.
Asam amino yang terdapat dalam darah berasal dari tiga sumber,yaitu penyerapan melalui dinding usus,hasil penguraian protein dalam sel,dan hasil sintesis asam amino dalam sel.asam amino yang disintesis dalam sel maupun yang dihasilkan dari proses penguraian protein dalam hati dibawa oleh darah untuk digunakan di dalam jaringan.dala hal ini hati berfungsi sebagai pengatur konsentrasi asam amino dalam darah.

F.     Kelebihan Dan Kekurangan
Protein memilki keuntungan atau kelebihan diantaranya yaitu :
*   Sumber energy
*     Pembetukan dan perbaikan sel dan jaringan
*      Sebagai sintesis hormon,enzim, dan antibody
*    Pengatur keseimbangan kadar asam basa dalam sel

Disamping itu protein juga memilki kerugian atau kekurangan yang dapat berakibat fatal yaitu :  
§  Kerontokan rambut (Rambut terdiri dari 97-100% dari Protein -Keratin)
§  Kekurangan yang terus menerus menyebabkan marasmus dan berkibat kematian.
§  Kwashiorkor
§  Anemia
§  radang kulit dan
§  busung lapar yang disebut juga hongeroedem. Karena terjadinya edema(pembengkakan organ karena kandungan cairan yang berlebihan) pada tubuh.



4 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Saya akan coba bantu menjawab permasalahan anda, Ya karena orang busung lapar itulah yg mempunyai kandungan cairan berlebih yaitu tertimbunnya cairan dalam jaringan tubuh. Padahal tidak bernafsu makan atau kurang, sering disertai infeksi, anemia dan diare, tetapi perutny menjadi membesar karena itulah akibat dari timbunan cairan pada rongga perut. Nah, inilah gejala kemungkinan menderita "busung lapar".
    Yang terjadi pada orang kurus itu kurang kalori protein (kkp), Kurang kalori protein ini disebabkan oleh konsumsi kalori yang tidak memadai, yaitu mengakibatkan kekurangn protein dan mikronutrisi (zat gizi yang diperlukan dalam jumlah sedikit, misalnya vitamin dan mineral). Tetapi terdapat tingkatan yang bervariasi dari nutrisi yang tidak memadai. Terdapat tiga jenis kkp, yaitu: Kkp kering,Kkp Basah, Kkp menengah. Nah yang terjadi pada orang kurus itu.
    Kkp Kering : Jika seseorang tampak kurus dan mengalami dehidrasi. Kkp kering disebut marasmus, merupakan akibat dari kelaparan yang hampir menyeluruh. Seorang anak yang mengalami marasmus, mendapatkan sangat sedikit makanan. Badannya sangat kurus akibat hilangnya otot dan lemak tubuh.
    Jika anak mengalami cedera atau infeksi yang meluas, prognosanya buruk dan bisa berakibat fatal.

    BalasHapus
  3. PERMASALAHAN NYA :
    Mengapa seseorang yang kekurangan protein dapat terjadi penyakit busung lapar ? dan apakah pada seseorang yang kurus itu bisa dikatakan kekurangan protein?

    BalasHapus
  4. Baiklah saudara popy saya akan mencoba mengomentari permasalahan anda..
    Protein berguna sebagai bahan pembangun sel-sel dalam jaringan tubuh dan mengganti atau memperbaiki sel-sel dalam jaringan tubuh yang rusak. Oleh karena itu, anak-anak dalam proses pertumbuhan perlu mendapatkan protein yang cukup. Protein tersusun dari unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), dan nitrogen (N). Beberapa protein tertentu, selain mengandung unsur-unsur tersebut juga mengandung unsur belerang atau sulfur (S) dan fosfor (P).
    Kebutuhan protein setiap orang berbeda-beda sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan kondisi orang tersebut. Faktor yang mempengaruhi kebutuhan protein antara lain : usia, berat badan, jenis kelamin, kondisi tubuh, dan penyakit. Misalnya, seorang anak yang sedang mengalami pertumbuhan memerlukan lebih banyak protein daripada orang dewasa. Umumnya, orang dewasa membutuhkan sebanyak satu gram untuk setiap kilogram berat badan setiap hari.
    Seseorang yang kekurangan protein, terutama pada anak-anak yang sedang mengalami pertumbuhan dapat menderita penyakit kwashiorkor. Penyakit ini menyebabkan terjadinya hambatan pertumbuhan, otot tidak berkembang dengan baik, menurunnya respon saraf psikomotorik, dan biasanya warna rambut pirang serta mudah rontok. Bila kekurangan protein ini berlanjut, maka dapat menyebabkan terjadinya penyakit busung lapar atau hongeroedem. Penyakit ini biasanya ditandai oleh timbulnya pembengkakan (udema), terutama pada kaki.
    terimakasih...

    BalasHapus